home | · | aktual | · | desain | · | Tip Cerdas Memilih Lampu
 
> Tip Cerdas Memilih Lampu
Selasa, 03 Juli 2012

Oleh Farida Indriastuti
Foto: www.philips.co.id

Pendar lembut membias hingga ruang-ruang. Menyentuh eksterior nan memikat dengan nyala redup. Seolah menyajikan kemewahan. Konsumen-lah yang memiliki otoritas dalam penataan ruang dari sisi estetika. Anda bisa belajar dari berbagai literatur yang mengupas lighting secara detail—dengan harga terjangkau. Kurniawati Rainier memahami seluk-beluk lampu beragam gaya dan fungsi.

Perempuan muda yang memegang kendali Consumer Luminaries Philips Home Lighting introduction, pertengahan Juni lalu-- memberikan tip memilih lampu unik yang  sesuai fungsi ruang dan hemat energi. “Philips tidak hanya menjual lampu, tapi juga home lighting yang safety, inovasi dan efisiensi. Produk-produknya memenuhi ruangan modern, contemporary, heritage, historycal dan lainnya,” ujarnya pada perbincangan Fantastic Lighting.

Koleksi home lighting menawarkan pencahayaan yang mudah dipasang; Ledino (modern style), Ecomoods (contemporary style), Living Colours (modern-futuristik style), Aquafit, Kidsplace, Roomstylers (decorative, classic, sport, wall & ceiling), Outerstylers, Desk Lights, Functional Ceiling, dan Fungctional Sport.

Pilihan lampu Philips beragam jenis; Vision LED, Easy Scene, Halogen, CFLi Essential, Tornado, Genie, Eco Classic Candle, GLS, Ambiance Globe, Energy Saver, PL-S, PL-L, TL, TL5 C, dan Decotwist Slim. Coba pilih jenis lampu sesuai kebutuhan ruang, fungsi dan kemampuan finansial. Ciptakan kesan nyaman di setiap suasana. Rasanya kurang dramatis—pada suasana Romantic Candle Light Dinner Anda duduk dibawah nyala lampu yang terang, seperti saat membaca buku di ruang utama.

Yang Anda butuhkan suasana romantik—dengan ruang temaram di sebuah taman indah atau ruang lain. Bayangkan, meja tertata menawan dengan vas bunga yang membiaskan cahaya berwarna samar dan alas minum yang memancarkan kemilau indah. Padukan lampu Tablelights Color atau Tealights dari koleksi LED Philips Ambiance Accessories, beberapa biji di atur sejajar atau  acak di sekelilingnya—agar hidup Anda lebih berwarna.

Lampu pijar (bohlam tradisional) sangat murah dari sisi harga,  tersedia dalam berbagai variasi bentuk hingga ukuran watt-- tapi mengonsumsi banyak energi, berumur pendek dan memancarkan panas. Begitu juga Halogen tak efisien dalam energi—tapi halogen menawarkan cahaya redup terbaik, dan memberikan kualitas cahaya yang baik.

Sedangkan jenis Tornado, Genie, tergolong lampu hemat energi sampai 80%, performa tinggi dalam ukuran yang lebih kecil. Ukuran pakainya hingga 6 ribu jam. Sedangkan minusnya, tidak memiliki efek redup, kurang memiliki estetika dibanding bohlam lain. Juga masih menggunakan energi yang mengandung merkuri.

Sedangkan lampu LED yang populer memiliki cahaya yang terang, lebih kuat dan panjang umurnya, paling efisien menggunakan daya listrik. Perawatannya sangat mudah dan menghasilkan warna-warna cahaya yang berbeda tanpa filter, juga desain yang fleksibel. Hmmm... Namun harganya mahal, sebanding bukan?

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Pendar Lembut Pelita dalam Estetika Ruang

Berbincang cahaya dalam “Fantastic Lighting” pada Interior Designer Gathering yang digelar HDII, IDEA dan Philips, di Nutz Culture Café, Senayan City Crystal Lagoon Area.


+ lanjut
Ciptakan Keharmonisan Kota

Isu perkotaan ini memicu mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta menyelenggarakan Festival Kota Gadjah Mada (Festagama) dengan tema “Reinventing The City: Towards Sustainable Jogja”. Festagama ini diselenggarakan  di Taman Budaya Yogyakarta pada 11-12 Mei 2013. 


+ lanjut
Arsitektur Kuno Tergerus Jaman

Orang-orang Thula pun bereaksi, dan proyek pelestarian pun lahir. Demi melindungi warisan peradaban mereka, proyek akan mulai membangun kembali dinding kedua kuburan dan lahan pertanian-- yang melayani daerah itu lebih dari dua ribu tahun lalu.


+ lanjut