Oleh Degina Juvita
Aksesoris menjadi kebutuhan pelengkap bagi perempuan. Aksesoris juga mempengaruhi penampilan si penggunanya. Cobalah aplikasikan aksesoris dengan memadukan busana yang pas! Memilih aksesoris cantik, tak melulu berbahan dasar emas ataupun perak. Untaian kawat bisa ‘disulap’ menjadi aksesoris cantik, tak kalah menarik dibanding emas, seperti aksesoris karya Riandani dengan label “Lutuna”.
Label ini menyediakan aksesoris kawat yang dipadu dengan batuan alam. Riandani yang akrab disapa Wawa, mahir mendesain kawat-kawat tipis menjadi aksesoris cantik serupa bros, kalung, gelang, cincin, hingga kalung. Jenis kawat yang digunakan beragam, dan semua merupakan artificial wire (kawat artistik).
Untuk membuat aksesoris kawat perlu keahlian tersendiri. Riandani memperoleh ilmu teknik menganyam kawat dari seorang sahabat—yang ahli di bidang aksesoris kawat. Meskipun bahan dasarnya sederhana, proses pembuatan aksesoris tergolong rumit. Modal utama untuk menganyam kawat adalah tekun, kreatif, dan mood yang baik.
Beberapa teknik yang sering digunakan Riandani dalam membuat aksesoris antara lain: netting, coiling, dan weaving. Teknik menganyam kawat dipelajari sesuai tingkatan; basic, intermediate, hingga advance. Setiap teknik dipelajari berdasar tingkat kesulitan, dan tatkala beberapa teknik diaplikasikan kedalam satu aksesoris—si pembuat telah memasuki tingkat advance.
Dalam mencipta aksesoris cantik, Riandani menggabungkan batuan alam dan kristal. Batu-batu itu didesain menyatu dengan kawat tanpa dipatri. Jenis batuannya beragam, semisal batu Druzy. Batu ini dapat ditemui di Pacitan, Jawa Timur. Bentuk batunya tampak unik, terdapat lapisan kristal halus diatas permukaan batu. Warnanya pun beragam. Ada yang alami, pun yang merupakan hasil dari campuran pewarna makanan. Warna alami biasanya didapat karena pengaruh musim. Saat musim hujan akan menghasilkan warna batu yang transparan dan keputihan. Sedangkan saat musim kemarau, warna batu cenderung hitam pekat.
Salah satu ciri khas yang membedakan produk Lutuna dengan produk aksesoris kawat lainnya, ada pada desainnya yang menggunakan kristal Swarovski. Riandani membuat kristal-kristal Swarovski menjadi bentuk baru seperti bunga, dan lain-lainnya. Tingkat kerumitan dan jenis batu yang digunakan menjadi tolak ukur harga setiap aksesoris.
Selain menjual produk, Riandani juga mengajar kerajinan tangan—khususnya aksesoris berbahan kawat. Ia merupakan anggota komunitas Indonesia Wire Jewelry Community (IWJC) yang diinisiasi oleh SMESCO. Di komunitas itulah, Riandani berkumpul dan mengajar bersama. Bahkan kerap mengikuti pameran kerajinan tangan seperti INACRAFT dan Adiwastra di Jakarta Convention Center.









