home | · | aktual | · | desain | · | Wow, Material Botol Bir?
 
> Wow, Material Botol Bir?
Senin, 20 Agustus 2012

Oleh Degina Juvita
Foto: www.ecofriend.com

Sebuah gedung bernama Morrow Royal Pavillion, di Las Vegas, Amerika Serikat, dibangun menggunakan material daur ulang botol bir. Tentu Anda tak pernah membayangkan bukan? Ribuan botol bir memperkuat struktur gedung, dikumpulkan oleh Realm of Design dari hotel-hotel terdekat di kawasan Las Vegas. Proyek ini merupakan gagasan Scott Mc Combs, seorang pengusaha yang terinpirasi dari Swakerstone Hall Pavillion di Inggris.

Morrow Royal Pavillion berfungsi sebagai fasilitas manufaktur, yang terdiri dari 30 ribu meter persegi lantai dalam ruang. Gedung ini merupakan bangunan terbesar di dunia, dengan konstruksi botol daur ulang. Menggunakan 500 ribu botol bir bekas, yang dapat mengisi ruang sebesar delapan lapangan sepak bola.

Namun jika dilihat dari luar, tidak ada yang menyangka bahwa bangunan ini terbuat dari botol atau material daur ulang. Batu bata yang digunakan dalam pembangunan diberi batu pasir dan tekstur dari botol bir--  yang telah dihancurkan dan dicampur dengan fly ash. Campuran ini kemudian dicairkan, dan dituangkan ke dalam cetakan untuk batu bata yang disebut Greenstone.

(Sumber: Ecofriend.com)
 

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Ciptakan Keharmonisan Kota

Isu perkotaan ini memicu mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta menyelenggarakan Festival Kota Gadjah Mada (Festagama) dengan tema “Reinventing The City: Towards Sustainable Jogja”. Festagama ini diselenggarakan  di Taman Budaya Yogyakarta pada 11-12 Mei 2013. 


+ lanjut
Arsitektur Kuno Tergerus Jaman

Orang-orang Thula pun bereaksi, dan proyek pelestarian pun lahir. Demi melindungi warisan peradaban mereka, proyek akan mulai membangun kembali dinding kedua kuburan dan lahan pertanian-- yang melayani daerah itu lebih dari dua ribu tahun lalu.


+ lanjut
Beramal Bersama Samsonite

Dalam perjalanan waktunya, sejak Samsonite diciptakan oleh pengusaha asal Colorado, Jesse Shwayder, pada 1910 silam-- Samsonite menjadi merek koper global yang terkemuka. Komitmen produk Samsonite dibuktikan dengan beragam terobosan baru; penelitian dan pengembangan teknologi-- hingga inovasi terus menerus.


+ lanjut