Oleh Anggoro DH
Ada sesuatu yang berbeda di Grandkemang Hotel, Jakarta. Sebuah kubah raksasa berwarna putih berdiri tegak di depan lobinya. Tak jauh dari tempat itu terdapat sepeda besi tampak meleleh dan ditumbuhi ranting pohon. Ada juga kain pel raksasa yang siap menghapus deretan sidik jari, serta deretan batu-batu yang bertebaran di depan kolam.
Itu semua merupakan sebagian karya yang dipamerkan dalam Indonesian Contemporary Art and Design, atau ICAD. Tahun ini, tema ICAD adalah 'GEN i US'. Ada 38 insan kreatif lintas generasi memamerkan karya mereka untuk memeriahkan pergelaran yang mengolaborasikan dunia seni, desain, dan perhotelan terbesar ini.
Sejumlah nama besar, seperti Hanafi, Fendi Siregar, Dolorosa Sinaga, dan Yani Mariani Sastranegara, bersanding dengan seniman muda dan para mahasiswa untuk memamerkan karya mereka. Tidak hanya para seniman, ada juga seorang juru masak, Darren Lauder, tidak ketinggalan meramu masakannya menjadi suatu karya yang kreatif.
Kemeriahan pembukaan ICAD 2012 terlihat dari antusiasme para pengunjung yang hadir pada malam pembukaan hari Sabtu (5/5). Mereka terbius ketika menyaksikan pertunjukan hologram tiga dimensi di atas panggung yang dikolaborasikan dengan tari saman, perkusi, tari kecak, musik pop, reog, dan peragaan busana.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Marie Elka Pangestu, hadir untuk membuka ICAD tahun ini. "Saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang punya daya saing dengan modal kreativitas, sehingga ekonomi kreatif jadi gelombang ekonomi keempat bagi Indonesia," ungkap Mari Pangestu. Ia menyatakan turut bangga karena pergelaran ini bukan hanya sekedar memamerkan karya, tetapi juga terdapat pelatihan untuk berbagi inspirasi.
Menparekraf pun menyempatkan membeli satu baju kebaya modifikasi model "Rubiah Outer" di salah satu stan usaha kecil menengah binaan Bank Mandiri yang juga ikut berpartipasi dalam pameran.
Ini adalah pagelaran ICAD yang ke-3. ICAD pertama kali diadakan pada tahun 2010 dengan tema ‘ArTention Hotel’ dan tahun 2011 mengangkat tema ‘Escapology’.
![]() > Kemeriahan Malam Pembukaan ICAD 2012
Senin, 07 Mei 2012
KIRIM KOMENTAR
![]() Mengolah Ide Menjadi Karya Brilian
Ide, dipadukan dengan keahlian, riset, keberanian berekspresi dan percaya diri, maka hasilnya adalah karya yang brilian. Itulah hasil pembahasan dalam konvensi 'Mengubah Ide Mentah Menjadi Karya Brilian' di ICAD 2012. + lanjut ![]() Ciptakan Keharmonisan Kota
Isu perkotaan ini memicu mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta menyelenggarakan Festival Kota Gadjah Mada (Festagama) dengan tema “Reinventing The City: Towards Sustainable Jogja”. Festagama ini diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta pada 11-12 Mei 2013. + lanjut ![]() Arsitektur Kuno Tergerus Jaman
Orang-orang Thula pun bereaksi, dan proyek pelestarian pun lahir. Demi melindungi warisan peradaban mereka, proyek akan mulai membangun kembali dinding kedua kuburan dan lahan pertanian-- yang melayani daerah itu lebih dari dua ribu tahun lalu. + lanjut |
|
|











