home | · | tv | · | Yori Antar, Pelestari Arsitektur Nusantara
 
> Yori Antar, Pelestari Arsitektur Nusantara
Selasa, 27 Desember 2011

Melestarikan arsitektur nusantara, itulah visi arsitek Yori Antar. Untuk mewujudkannya, ia menggagas gerakan Yayasan Rumah Asuh. Di tengah desakan modernitas, gaya arsitektur nusantara kerap tergerus. Padahal, banyak nilai dalam arsitektur nusantara yang justru diadaptasi oleh gaya arsitektur modern.

KOMENTAR
Nama : Galih W. Pangarsa
Komentar : Arsitek yg paling cocok disandangi predikat Pendekar Nusantara ya Yori Antar inilah orangnya... Pasti jalan ga bakal mulus mas Yori. Tapi maju terus, di balik semua kesukaran ada kemudahan. Kemudahan bukan berarti tak jumpa masalah. Yang namanya hidup mudah, ialah pada saat setiap jumpa masalah, kita dapat memcahkannya dengan tuntas.
Nama : Al Amin Rois
Komentar : Sebagian besar masyarakat sekarang bersifat matrialistik, tapi beda dengan arsitek satu ini yang memiliki jiwa berbeda dan sangat berpengaruh. ini wajib kita contoh sebgai generasi muda
Nama : Achmad Sufyan
Komentar : Suatu Tindakan yang baik untuk dijadikan panutan bagi generasi muda, dimana saat ini banyak orang yang hidup dengan sifat individualisnya, tampa memikirkan dimana dan dangan siapa dia tingga dibumi ini
KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :

Perhelatan akbar industri desain interior Indonesia kembali digelar. DESAIN.ID 2012 diprakarsai oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), terselenggara untuk kali kedua, menampilkan kreasi terbaik para desainer interior tanah air.

 

Barang bekas, tidak harus berakhir di gudang atau tempat sampah. Coba saja tengok Indonesian Contemporary Art & Design 2012 di grandkemang hotel, Jakarta. Aneka barang bekas diolah menjadi karya seni yang unik.

Inilah film terbaru dari sutradara Garin Nugroho. Soegija mengisahkan Uskup pribumi pertama yang juga pahlawan nasional. Fim ini menjadi film termahal sepanjang karir Garin.

 

Sepeda adalah kendaraan roda dua yang juga menjadi alat olarhraga. Namun di tangan para desainer dan seniman, sepeda menjadi berbeda. Seperti apa? Lihat saja karya-karya ini di Indonesian Contemporary Art & Design 2012 di grandkemang hotel, Jakarta.

Pernahkah Anda terpikirkan untuk menikmati air dengan cara yang berbeda? Desainer Paul Flowers punya jawabannya. Lewat konsep ‘From Like To Love’, Flowers merancang produk-produk seperti perlengkapan mandi, keran, pancuran, dan sistem sanitasi. “Konsep ‘From Like To Love’ mengubah rasional menjadi emosional. Mengubah konsumen dari sekedar suka menggunakan produk ini menjadi mencintai menggunakan produknya”, jelas Paul Flowers.

 

Fendi Siregar bukan saja seorang fotografer, namun juga etnograf yang memotret kehidupan masyarakat pesisir Jawa hingga pedalaman. Dalam berkarya, ia selalu menghadirkan sudut pandang berbeda, melalui pendekatan emosi pada objek foto. Fendi pun tak pernah segan untuk membagi ilmu dan pengalamannya.

Keterbatasan ruang di perkotaan menimbulkan ide para desainer muda yang tergabung dalam komunitas Aptidati untuk menggelar 'Flatpack Project'. Layaknya permainan bongkar pasang, karya-karya itu bisa dengan cepat dibangun sesuai fungsi. Pameran diselenggarakan di galeri Inkubator Asia, Jakarta, hingga 28 April 2012.

 

Sejak 15 Desember 2011, sejumlah karya instalasi hadir di beberapa lokasi ruang publik di Jakarta, sebagai bagian dari perhelatan seni rupa kontemporer Jakarta Biennale #14.2011. Ruang publik seperti taman dan bahkan kolong jembatan, dipilih sebagai respons terhadap lingkungan terbuka dan anak-anak.