home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Keunikan Fotografi Perjalanan
 
> Keunikan Fotografi Perjalanan
Jumat, 15 Juni 2012

Oleh Degina Juvita

Tiga pencinta fotografi mengumpulkan karya-karya foto--  saat mereka melakukan perjalanan mancanegara, di waktu yang berbeda. Awalnya, Joshua Alessandro, Leonardus Bramantya, dan Sianny Widyasari tak saling mengenal. Ketika datang kesempatan untuk saling mengenal, mereka pun sepakat mengumpulkan koleksi foto perjalanan-- yang kemudian hari [benar-benar] dipamerkan dengan tema “The Unseen”.

Foto Joshua, terlihat lelaki berdiri sembari menutup separuh tubuh dengan kain berwarna oranye. Bagi Joshua momen itu sebuah kebetulan, yang diabadikan saat melakukan perjalanan ke kuil yang terletak di area Angkor, Kamboja. Ia memilih foto berjudul “Hiding Mystery” untuk dipamerkan-- sebab begitu bermakna, sekaligus simbol yang digambarkan lelaki itu.

Joshua memamerkan 15 frame foto perjalanan. Selain foto-foto objek mancanegara, ia juga menampilkan beragam foto yang dibidik di Bali. Joshua gemar dengan objek foto yang lekat dengan sisi humanis [human interest] dan ada kisah dibaliknya. 

Lain dengan Leonardus Bramantya. Berlatar sebagai penata artistik, membuat fotonya sangat tipikal-- lebih mengedepankan sisi artistik. Leo menyukai objek-objek yang dapat membentuk garis-- seolah seperti bingkai. Pada karyanya berjudul “In Between”, Leo mengambil dua sisi tembok putih-- garis panjang serupa frame-- yang di belakangnya bangunan dan Biksu Budha mengisi ruang kosong. Foto dibidik Leo di Samye Monastry, dataran tinggi Tibet.

Kemudian Sianny Widyasari, satu-satunya fotografer perempuan yang tergabung pameran, menampilkan 11  foto—yang didominasi hitam-putih. Ia tak begitu menggemari  foto-foto yang berwarna yang tampak mencolok. Foto hitam-putih mengesan artistik dalam fotografi. Hanya sebuah foto berwarna yang ditampilkan dengan warna monochrome. Semua karya fotonya membidik momen-momen yang mengesankan. Berjudul “Dream” yang dipotretnya di Antwerp, Belgia. Sianny mengabadikan suasana pedestrian. Sebuah objek 'binatang langka' di antara jajaran pertokoan di sana. Itu menarik  Sianny membidiknya, dan dimaknai bak sebuah mimpi.

Tema “The Unseen” bermakna sesuatu yang tak terlihat dan tak personal. Ketiga fotografer menghadirkan sisi unik dalam fotografi. “Hal-hal yang turis lihat, mungkin tak menarik-- sesuatu yang personal, tapi foto-foto kita menghibur orang yang melihat,” ujar Leonardus Bramantya, saat pembukaan pameran. Karya-karya fotografi perjalanan dipamerkan di Dia.lo.gue Artspace, Kemang, Jakarta. Pameran akan berlangsung hingga 27 Juni mendatang.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Meramu Foto dan Grafis!

Komunitas Jakarta Art Lab berhasil memamerkan karya fotografis “Baca Merah Putih”. Bekerjasama dengan Teater Kail dan Pelangi. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menggelar peluncuran buku antologi puisi, serta pentas seni pertunjukan lainnya. 


+ lanjut
Perjalanan Haji Dua Fotografer

62 frame foto karya dua fotografer dipamerkan "Makkah" di GFJA. 144 foto lain dimuat dalam buku. Dokumentasi fotografi Makkah ini mengisahkan proses ibadah Haji yang sarat makna.


+ lanjut
Denyut Panggung Sandiwara

Berangkat dari ide lagu ‘Panggung Sandiwara’, komunitas fotografi Kelas Pagi Yogyakarta menggelar pameran fotografi yang bertajuk “Dunia Panggung Sandiwara”.


+ lanjut