home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Senandung Cinta Dik Doank Pada Anak-Anak
 
> Senandung Cinta Dik Doank Pada Anak-Anak
Kamis, 28 Juni 2012

Oleh Degina Juvita

Rabu malam, panggung di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) diramaikan harmoni musik dan tarian riang anak-anak Kandank Jurank Doank. Penampilan mereka dipimpin ‘om ganteng’—sapaan akrab Dik Doank oleh anak-anak. Konser musik bertajuk “Main”, lirik lagunya penuh kasih yang menggugah semangat.

Lagu-lagu yang dipentaskan ciptaan penyanyi Dik Doank. Ia awalnya sulit mengajarkan musik kepada anak-anak. Berkat latihan dan semangat kebersamaan, anak-anak melalui hari-hari ceria di Kandank Juank Doank dengan kreativitas. Bagi Dik,  persiapan konser tak bisa diukur dengan waktu, sebab musik menjadi keseharian mereka.

Irama perkusi, petik gitar, hingga gesekan biola, mewarnai suasana panggung. Penampilan mereka dilengkapi video di layar—sesuai tema lagu yang dibawakan. Tata panggung, tari, hingga musiknya apik. Di setiap jeda lagu, dilengkapi narasi pendek Dik. Ia mahir mengajak penonton larut dengan musiknya.

“Tepuk sekali, prok! Tepuk dua kali, prok…prok! Tepuk setengah, ”seru Dik, sebelum memainkan lagu. Celetuk segar tak jarang terlontar dari mulutnya. Tak ayal, penonton pun tertawa terpingkal-pingkal. “Ya, aku mau menabur cinta, menanamkan kebersamaan, juga mencintai lingkungan, termasuk ibu, anak, pendidikan, segala aspek kehidupan, dan Jakarta,” ujar Dik, usai konser pada 27 Juni.

Bagi Dik, inpirasi mencipta lagu bisa terjadi kapan saja. Satu kenangan semasa sekolah pun bisa menjadi karya. Bu Endang, pengajar di SMA 5, tempat Dik Doank sekolah dulu-- menjadi inspirasi tersendiri. Dik sempat mencipta lagu tentang Bu Endang, karena nilai matematika selalu buruk. Dik  menggunakan kunci sederhana, jadilah lagu singkat berisi sindiran kepada sang guru. Tapi siapa sangka, lagu sederhana justru membawa inspirasi baru-- sekaligus melahirkan jingle produk iklan televisi. Musik bagi hidup Dik, bagai mengolah rasa dan keindahannya.

Dik berujar diatas panggung, “Terserah kalian mau menamakan aliran apa?” Namun dibalik semua, lagu-lagu Dik memiliki tujuan dan semangat, bahkan cinta pada sesama. “Musikku bukan penghibur, tapi penabur benih cinta. Nah, kalau kalian terhibur-- itu jack pot buat kita. Nggak banyak band yang menabur cinta,” seru Dik Doank.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Ritme Musik Perupa Erizal

Erizal melukiskan gaya gitaris legendaris Jimi Hendrix, hingga bintang film Marilyn Monroe. Goresannya begitu khas dan menonjol. 


+ lanjut
Fantasi Jemari Lincah Jubing

Sebuah gitar mampu mengubah hidup gitaris klasik Jubing Kristianto. Dia memulai hidup barunya dari nol, setelah 13 tahun menjadi jurnalis di tabloid nasional. 


+ lanjut
Ramuan Irama, Lirik dan Aksi Panggung Naif

Jarang terlihat manggung, NAIF sukses memuaskan ratusan mata para penggemarnya di hari terakhir ajang FHM Live! 3 Nights Full of Entertainment di Hard Rock Café Jakarta.


+ lanjut