home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Pusaran Manusia dalam Gelombang
 
> Pusaran Manusia dalam Gelombang
Kamis, 12 Juli 2012

Oleh Yuli Yanti

Populasi manusia terus bertambah. Mereka terus bergerak tak terkendali, berebut kesempatan dalam situasi sempit. Bagaikan gelombang, sambung menyambung tanpa peduli akan segala akibatnya. Gelombang itu seolah ritme yang terus berdialektika dalam kehidupan seorang pematung Win Dwi Laksono.

Melihat proses kreatif imajinasi Win sungguh luar biasa. Gelombang manusia dengan apik digambarkan Win seperti sebuah gelombang lautan jutaan manusia yang diberi tema “Gelombang Tiang”. Karya-karya patung, relief  Win begitu detail menggambarkan  ratusan bahkan jutaan  tubuh-tubuh manusia yang bergerak. Tubuh-tubuh itu bergerak dalam  sebuah pusaran, tempat dan juga pada sebuah cello, alat musik gesek yang biasa dimainkan Win di komunitas keroncongnya.  Win membahasakan 16 karya patungnya sebagai “Gelombang Tiang”.  Dalam bahasa Jawa atau Bali “Tiang” berarti orang atau aku.

Tak heran, jika pada pembukaan pameran  tunggalnya—para tamu antusias, berjubel memadati ruang pamer untuk menyaksikan karya-karya artistik.  Win  tak hanya dikenal sebagai seorang pematung, dia juga seorang ilustrator komik Asmaraman dan Kho Ping Hoo. Sekaligus terlibat dalam grup musik Sinten Remen pimpinan Djaduk Ferianto. Kini dia membentuk dan memimpin kelompok musik orkes keroncong Susah Tidur.

Kurator Suwarno Wisetrotomo berpendapat, Win tengah dirundung kegalauan tentang situasi dan kenyataan di  sekitarnya, baik dalam skala jagad kecil maupun besar yang mengganggu pikirannya.  “Ia melihat banyak hal mencemaskan; kebohongan, keingkaran, penghianatan, kemunafikan  dan  ketidakseimbangan. Kenyataan diluar dirinya, menekan kesadaran dan mendorongnya menjadi renungan yang cocok dengan keyakinan nilai-nilai kehidupan yang dihayatinya selama ini.  Berjiwa merdeka, mengerti kekurangan dan kelebihan diri, mentertawakan  diri sendiri, rumangsa, dan lain-lain, itulah yang diyakini, ”tulis Suwarno dalam pengantar. 

Kepiawaian Win, lahir dari proses kreatif seninya seperti bermusik, hingga dapat membangun imajinasi. Pengalaman menulis lirik lagu memberikan kepekaan bahasa yang kaya untuk mengungkapkan situasi yang resah, kecewa, susah, dan gembira. Dengan kepandaiannya membuat ilustrasi, Win mampu menghidupkan ruang datar dengan membangun ilusi dan gerak. Pada pembukaan pameran, dihibur oleh kelompok musik Solo Saxophone, Susah Tidur dan grup Syalawatan dari Kota Gede. Djaduk Ferianto ikut tampil membawakan lagu-lagu grup Sinten Remen.  Pameran ini berlangsung mulai 10 - 18 Juli 2012.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Pematung Mengecam Kerusakan Bawah Laut

Seniman ternama, Jason deCaires Taylor menggelar pameran patung di bawah air. Apa yang diharapkan sang pematung?  Agaknya hanya Jason yang memahami.


+ lanjut
Tingkah Polah Binatang dalam Seni Patung

Patung-patung karya Noor Ibrahim dipamerkan sejak 16 Maret, mengisi perayaan 22 Years of Style di Plaza Indonesia.


+ lanjut
Tiga Seniman Bangkitkan Seni Patung!

Tiga pematung muda; Karyadhi, Yusuf Dilogo dan I Nyoman Agus Wijaya bersatu merefleksikan kegelisahan mereka tentang sebuah harapan membangkitkan seni patung.


+ lanjut