home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Pesta Seni Rupa 'Art Jog12'
 
> Pesta Seni Rupa 'Art Jog12'
Senin, 16 Juli 2012

Oleh Yuli Yanti

Ratusan orang menyemut memasuki ruang pembukaan pameran ART JOG12  di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), 14 Juli 2012. Mereka begitu antusias menyaksikan perhelatan  akbar seni rupa yang  digelar 4 tahun berturut-turut pada 2008. Perhelatan ini sekaligus ajang Art fair para seniman menunjukkan karya-karya artistiknya.

155 karya seniman dipilih dari proses open call aplication setelah melalui seleksi yang dilakukan oleh tim artistik pimpinan kurator Bambang Toko Witjaksono. Karya-karya para seniman itu beragam medium dari; lukisan, grafis, fotografi, video, site specific installation, dan multimedia.

Peristiwa seni yang istimewa. Di gedung TBY pun tak seperti biasanya. Commision works dari  tiga seniman  kontemporer; Angki Purbandono, I Made Widya Diputra dan Joko Dwi Avianto, menyulap Taman Budaya Yogyakarta menjadi artistik. Mereka mendekorasi halaman TBY dan ruangan pameran dengan konsep unik, sesuai ciri khas setiap seniman.

Untuk memasuki ruang pameran, pengunjung  masuk melalui   sela-sela  bambu yang dikreasi  oleh Joko bak  hutan belantara. Instalasi bambu  dirancang menutupi  sebagian fasad (pelataran ) TBY-- sehingga tampak seperti batang-batang pohon meranggas.  Sementara ruang pameran di dekorasi oleh Angki  seperti  taman hantu kontemporer dengan ruang yang disekat-sekat.

Di halaman depan gedung ini, pengunjung disuguhkan sebuah karya tiga dimensi berbentuk  gajah raksasa diatas tumpukkan ratusan buah kelapa. I Made Widya Diputra,  sang kreator menciptakan karyanya sebagai kritik terhadap kondisi Indonesia. Negara yang  kaya sumber pangan, namun belum semua rakyatnya sejahtera.

ART JOG 2012 bertajuk "Looking East - A Gaze Upon Indonesian Contemporary Art”. Tema ini diangkat sebagai suatu upaya (kembali) mencari dunia yang disebut timur, sebagaimana dulu, negara-negara Barat berlomba mencari hasil bumi dan bahan mentah di kawasan timur, termasuk di Indonesia.

“Saya berharap aktivitas melihat dan mencari dunia timur akan menjadi fokus tema dalam perhelatan ART JOG kali ini. Meski pada awalnya bangsa atau orang lain--  lebih dulu sadar akan potensi seni rupa di Indonesia, tetapi lambat laun orang lokal juga akan sadar menyadari dan menjadi sibuk, serta semangat dalam pencarian tentang mereka sendiri, “kata Bambang.

Pameran akbar ini dibuka oleh Wim Delvoye, seniman asal Belgia. Dimeriahkan oleh kelompok musik Sinten Remen. Beragam kegiatan mengisi acara yang berlangsung 14 - 28 Juli 2012,  seperti Artis Talk, menghadirkan seniman  luar negeri kenamaan yaitu Wim Delvoye (Belgia)  dan  Ashley Bickerton (Amerika Serikat) yang sekarang tinggal di Bali,  ikut serta menampilkan karya-karyanya di pesta seni rupa ini.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Melestarikan Seni Anyam Borneo

Seni kriya jenis ini sudah menjadi tradisi turun temurun bagi warga pulau Borneo. Sejak dulu mereka memang terkenal sebagai masyarakat yang memiliki seni anyaman yang terkaya, terindah, tercanggih, dan paling beragam di dunia. 


+ lanjut
Jelang Jakarta 32 Derajat Celcius 2012

Jelang perhelatan Jakarta 32°C 2012, Ruangrupa dan komplotan Jakarta 32°C 2012, mengadakan pameran karya visual terbaik 2008 dan 2010.


+ lanjut
Eksplorasi Karya Perupa Jatim

Perupa Jawa Timur memamerkan 137 karya di Galeri Nasional. Karya-karya diseleksi untuk dapat dipamerkan bersama. 124 perupa bergabung dalam pameran “Jatim Art Now”. 


+ lanjut