Oleh Yuli Yanti
Ratusan orang menyemut memasuki ruang pembukaan pameran ART JOG12 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), 14 Juli 2012. Mereka begitu antusias menyaksikan perhelatan akbar seni rupa yang digelar 4 tahun berturut-turut pada 2008. Perhelatan ini sekaligus ajang Art fair para seniman menunjukkan karya-karya artistiknya.
155 karya seniman dipilih dari proses open call aplication setelah melalui seleksi yang dilakukan oleh tim artistik pimpinan kurator Bambang Toko Witjaksono. Karya-karya para seniman itu beragam medium dari; lukisan, grafis, fotografi, video, site specific installation, dan multimedia.
Peristiwa seni yang istimewa. Di gedung TBY pun tak seperti biasanya. Commision works dari tiga seniman kontemporer; Angki Purbandono, I Made Widya Diputra dan Joko Dwi Avianto, menyulap Taman Budaya Yogyakarta menjadi artistik. Mereka mendekorasi halaman TBY dan ruangan pameran dengan konsep unik, sesuai ciri khas setiap seniman.
Untuk memasuki ruang pameran, pengunjung masuk melalui sela-sela bambu yang dikreasi oleh Joko bak hutan belantara. Instalasi bambu dirancang menutupi sebagian fasad (pelataran ) TBY-- sehingga tampak seperti batang-batang pohon meranggas. Sementara ruang pameran di dekorasi oleh Angki seperti taman hantu kontemporer dengan ruang yang disekat-sekat.
Di halaman depan gedung ini, pengunjung disuguhkan sebuah karya tiga dimensi berbentuk gajah raksasa diatas tumpukkan ratusan buah kelapa. I Made Widya Diputra, sang kreator menciptakan karyanya sebagai kritik terhadap kondisi Indonesia. Negara yang kaya sumber pangan, namun belum semua rakyatnya sejahtera.
ART JOG 2012 bertajuk "Looking East - A Gaze Upon Indonesian Contemporary Art”. Tema ini diangkat sebagai suatu upaya (kembali) mencari dunia yang disebut timur, sebagaimana dulu, negara-negara Barat berlomba mencari hasil bumi dan bahan mentah di kawasan timur, termasuk di Indonesia.
“Saya berharap aktivitas melihat dan mencari dunia timur akan menjadi fokus tema dalam perhelatan ART JOG kali ini. Meski pada awalnya bangsa atau orang lain-- lebih dulu sadar akan potensi seni rupa di Indonesia, tetapi lambat laun orang lokal juga akan sadar menyadari dan menjadi sibuk, serta semangat dalam pencarian tentang mereka sendiri, “kata Bambang.
Pameran akbar ini dibuka oleh Wim Delvoye, seniman asal Belgia. Dimeriahkan oleh kelompok musik Sinten Remen. Beragam kegiatan mengisi acara yang berlangsung 14 - 28 Juli 2012, seperti Artis Talk, menghadirkan seniman luar negeri kenamaan yaitu Wim Delvoye (Belgia) dan Ashley Bickerton (Amerika Serikat) yang sekarang tinggal di Bali, ikut serta menampilkan karya-karyanya di pesta seni rupa ini.




.jpg)




