home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Fantasi Perupa Jelang Tidur
 
> Fantasi Perupa Jelang Tidur
Jumat, 20 Juli 2012

Oleh Degina Juvita

Sukses menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta, Tri Wahyudi memamerkan karya-karya lukisnya di Jakarta. 25 lukisan menghias ruang pamer. Kanvas-kanvas Wahyudi begitu riuh oleh boneka, binatang, mainan, dan elemen-elemen interior. Toh, tetap harmonis.

Lelaki kelahiran Surakarta, 11 November 1986, mengaku mengalami proses panjang untuk mencipta karya-karyanya. Gaya melukis Wahyudi sangat khas, karena tak terpaku pada satu gaya. “Kadang-kadang kita itu tidak terbatas, harus membuat gaya seperti apa-- karena kita diposisikan harus bisa menciptakan gaya sendiri. Tapi kalau untuk perbandingan, mungkin bisa disebut naif dekoratif, ”ujar Wahyudi yang akrab disapa Yudi.

Pameran tunggal di Bentara Budaya Jakarta merupakan keempat kalinya. “The Journey Before Bed Time” tema pameran yang mengisahkan, sebuah pengalaman sebelum waktu tidur. Konsep ini ditemukan Wahyudi setelah berbincang dengan seorang penulis, Stanislaus Yangni (Sius).
“Menurut Sius, seperti waktu-waktu jeda sesaat sebelum kita memasuki tidur. Tidur itu bisa diartikan tidur satu malam atau selamanya. Jadi pengalaman jeda sesaat-- terjadi sebelum waktu tidur itu yang ingin saya tampilkan disini, “ungkap lulusan ISI Surakarta ini.

Wahyudi kerap memakai potret dirinya dalam berkarya. Seperti karya berjudul “Yudi Bernyanyi Sebelum Tidur”, “Yudi And The Bounty Hunter”, serta “Yudi dan Kawan yang Tertidur”. “Kadang-kadang kita berpikir daripada mencari judul yang jauh dari kita, lebih menarik kalau kita menggunakan subyek material diri kita sendiri. Saya pikir, kita lebih berani untuk mempertanggungjawabkan konsepnya, ” imbuhnya.

Secara teknis, Wahyudi senang mengeksploitasi warna merah pada setiap karyanya. Merah merupakan simbol semangat dan keceriaan. Penempatan warna ibarat  suatu proses-- dimana dia dapat menciptakan karya yang berkarakter, sesuai warna dan  kepribadiannya.

Kisah dari pengalaman sebelum tidur diperoleh dari berbagai referensi. Mulai buku hingga yang dirasai saat berinteraksi pada kolega (seniman). Semua tertuang di atas kanvas dengan apiknya. Bahkan ada karya yang disertai narasi sederhana. Sengaja diciptakan Yudi agar terjalin komunikasi antara karya dan penikmat seni. Pameran dapat disaksikan di Bentara Budaya Jakarta, hingga 27 Juli.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Pencapaian Maestro Lukis Nyoman Gunarsa

Pelukis Bali, Nyoman Gunarsa kini bergelar Doktor Honouris Causa dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangannya terhadap Hak Atas Kekayaan Inteletual seniman.


+ lanjut
Ilustrasi Pada Lembar Koran Minggu

Puluhan karya ilustrasi cerpen Kompas dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta. Pameran merupakan ilustrasi cerpen pilihan Kompas 2011. 


+ lanjut
Bayang-Bayang Manusia di Kereta Api

Kereta api merupakan moda transportasi publik yang populer. Dengan beragam aspek keuntungan bila menggunakan transportasi ini; murah dan ramah lingkungan.


+ lanjut