home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Seni Islam Semarak Ramadhan
 
> Seni Islam Semarak Ramadhan
Senin, 06 Agustus 2012

Oleh Degina Juvita

Semarak Ramadhan. ART Sidharta.co mengumpulkan dan menyeleksi karya seni rupa bernafaskan Islam. Upaya ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan memenuhi permintaan penikmat karya seni, akan kebutuhan karya seni islam modern untuk mengisi interior rumah. Karya-karya tersebut dihadirkan dalam pameran bertajuk “Islamic Art Exhibition”.

Sebanyak 20 karya dipamerkan di sudut ruang Ground Level, Plaza Senayan, Jakarta. Nuansa Islam begitu kental di dalam setiap karya. Tidak hanya berupa lukisan, begitupun patung dalam pameran ini. Terlihat bagaimana perupa berekspresi dengan gaya yang berbeda. Meski bernuansa islam, karya-karya tersebut tidak terpaku gaya lama yang dominan warna hijau dan membentuk garis-garis simetris.

Karya patung “Keluarga Sakinah” bergaya abstrak milik Syahrizal Koto, memperlihatkan bentuk lengkung nan organik. Lain lagi dengan patung karya Is Hendri Zaidun. Karyanya lebih menonjolkan bentuk naturalis, menggunakan medium fiber, aluminium dan bronze-- yang membentuk bacaan Arab “Arrohim” yang berarti Yang Maha Pengasih.

Pada medium 2 dimensi, Ismanto Wahyudi menawarkan warna yang segar dan berbeda. Lukisannya membentuk huruf Arab bacaan Allah, yang terbentuk dari gumpalan ‘awan’ putih. Di sekelilingnya terdapat gumpalan berwarna lembut namun kontras. Karya ini berjudul “Vertical Horizon in Harmony”. Adapula karya Iqrar Dinata, menampilkan lukisan arsitektur masjid yang diberi judul “Tempat Bersujud”.

Sejumlah perupa lain tergabung diantaranya Syaiful Adnan dalam “Kaligrafi 1 dan Kaligrafi 2”, Hardiyono “Hamka” dan tiga karya Robert Nasrullah: “Pertolongan Allah”, “Kebeneran”, dan “Tentang Kemenangan”. Selain itu Sunandar Agus “Allahu Akbar” dan “Ar Rahman Ar Rahim”, Hendra Buana “ Aliflamim” dan “Al Ikhlas”. Pameran berlangsung sejak 18 Juli dan berakhir pada 4 Agustus lalu.


 

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Mengusung Multikulturalisme Di Atas Panggung

Gangsadewa tak menggunakan bahasa agama tertentu. Mereka memilih lagu dengan lirik berbahasa Jawa sebagai penyatuan. Aransemennya pun tak melulu bergaya Jawa, sepanjang lagu mereka memainkan musik dengan nada-nada tarling Sunda, Kalimantan, hingga Sulawesi. 


+ lanjut
Museum Perupa Perempuan Pertama

Di museum perupa perempuan Indonesia yang belum jadi itu terdapat beberapa karya perempuan yang sudah dipajang diantaranya karya Dyan Anggraini, Diah Julianti, Wara Anindiah, dan sejumlah perupa perempuan dari Bandung, Bali dan Jakarta


+ lanjut
Seruan Jazz Untuk Kemajemukan Indonesia

Grup jazz  Barry Likumahuwa Project (BLP), misalnya,  turut berpartisipasi aktif untuk menyebarkan keanekaragaman Tanah Air ke khalayak umum. Salah satu caranya adalah menciptakan sejumlah lagu yang liriknya mengajak generasi muda untuk bersatu padu membangun negeri.


+ lanjut