Oleh Degina Juvita
Komunitas Kopi Keliling punya program baru, menggabungkan seni dan kegiatan amal. Sabtu, 4 Agustus, bersama 100 seniman muda menggelar acara bertajuk “ACT Charity Exhibition”. Acara merupakan Gerakan independen yang percaya seni dan kreativitas dapat melakukan perubahan bagi bangsa. Kopi Keliling coba mendekatkan dua unsur itu pada masyarakat kelas bawah hingga atas.
“ACT Charity Exhibition” merupakan pameran amal pertama Kopi Keliling, melibatkan 100 seniman muda berkarya demi filantropi. Para seniman peduli membuat 100 karya yang dapat dibawa pulang 100 pengunjung-- dengan membeli tiket penjualan acara Rp. 150 ribu per orang. Diubah dalam bentuk barang berupa alat-alat gambar hingga pernak-pernik kreatif. Uang yang terkumpul disumbangkan ke panti asuhan Al-Wutsqo, rumah Tahfizh Quran, panti asuhan anak miskin dan yatim Pondok Si Boncel, dan panti asuhan Tanjung Barat.
“Seru kali ya kalau kita kumpulin 100 orang, dan bikin acara amal. Dari sana ternyata animonya besar, teman-teman juga ngeliat ini momen yang seru banget. Akhirnya terkumpullah 100 orang, dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Singapura, satu orang. Dia dari Singapura bawa karya untuk kesini sekaligus untuk ketemu sama teman-teman yang lain, ”kata Raymond Malvin dengan dialek khas anak muda.
“Kita melihat kalau kasih uang ya mungkin kecil, mungkin bisa disebut kuranglah. Yang paling berharga, kita kasih waktu untuk mereka. Akhirnya kita bikin post-event setelah acara ini, kita beliin alat-alat gambar, lalu kunjungan kesana, kita ajak gambar bareng anak-anak disana, ”serunya.
Dua minggu setelah lebaran, Kopi Keliling berencana menggelar off air bersama anak-anak yayasan. Reymond pun berujar, “Kopi Keliling merasa gambar itu seperti terapi murah. Coret-coret itu menyenangkan dan murah sekali. Jadi kita coba share beberapa teman-teman artis, kita undang juga ke siapapun yang mau ikut, nanti kita off air disana kalau ada rejeki lebih, karya anak-anak itu kita pamerkan lagi”.
Pameran dan gerakan filantropi akan berlangsung hingga 12 Agustus, di 1-15 Coffe, Gandaria, Jakarta. Pengunjung dapat berdonasi dengan memasukan uang ke kotak amal yang tersedia. Gerakan sosial ini, diharapkan dapat memunculkan kepedulian anak-anak muda untuk berbagi-- sekaligus berekspresi, berkarya dan terjalin komunikasi.



.jpg)





