Oleh Yuli Yanti
Hari Remaja Internasional jatuh pada 12 Agustus 2012, diperingati oleh remaja-remaja dari berbagai komunitas di Indonesia. Salah satunya acara “Bioskop Remaja dan Pasar Rakyat 1208” yang diselenggarakan oleh gerakan Jalan Remaja 1208. Acara ini memutar film-film karya remaja tanah air.
Jalan Remaja 1208 merupakan sebuah program remaja berbasis media komunitas yang diprakasai oleh Yayasan Kampung Halaman (YKH) berupa pembuatan video diary. Sebuah film mengisahkan pengalaman dan persoalan remaja yang dibuat sendiri dalam bentuk video. 10 karya video terbaik dari remaja-remaja tanah air diputar di Ndaleman Sokowaten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.
Sejak dimulai pada 2009, Jalan Remaja 1208 yang ke- 4 kali ini mengusung tema “Made in Indonesia”. Diangkat dari kegelisahan para remaja menyoal berbagai masalah dan identitasnya sebagai remaja Indonesia.
“Setelah kita ngobrol dengan para remaja, ada kegelisahan yang dialami oleh mereka. Kenapa kita orang Indonesia meniru orang luar? Mengapa kita tidak melihat potensi yang kita miliki. Kerinduan bersama tanpa melihat perbedaan agama. Ini refleksi kita. Dari sekian video yang dikirim ke kami, video tentang keberagaman yang banyak dibuat remaja, ”ujar Cicilia Maharani, Direktur Yayasan Kampung Halaman, disela-sela tanya jawab dengan para remaja yang menyaksikan pemutaran video.
Tahun ini gerakan Jalan Remaja berhasil melibatkan kurang lebih 177 pembuat video dari 28 komunitas di 11 provinsi. Menghasilkan 34 karya video diary. Bioskop remaja diputar di 64 titik pemutaran yang tersebar di 22 provinsi. Koordinator Jalan Remaja 1208, Ima Puspita Sari berharap bioskop remaja menjadi ruang bertemunya remaja dan anggota masyarakat lainnya.
Selain menyuguhkan 10 film pendek para remaja yang sangat beragam persoalan, bioskop remaja juga memutar film pendek “Say Hello to Yellow” karya sutradara BW Purbanegara, peraih piala Citra untuk film pendek di Festival Film Indonesia. YKH juga memberikan apresiatif terhadap video “Ada Apa Dengan Kitorang Pu Sekolah” karya remaja Kareem Papua. Gambaran sikap remaja Papua yang ingin hidup bersama orang Papua dan orang diluar Papua, terbuka dan tidak saling curiga.
Acara ini juga memperkenalkan karya remaja Yogyakarta, Nawa Rie Eda, pendiri dan pengelola Jtoku Indonesia. Sebuah kostum heroik, dengan nama Garudaman. Terbuat dari Spon yang didesain layaknya film-film superhero Jepang seperti Poweranger. Nama Garudaman diambil sesuai dengan budaya Indonesia.
“Prihatin dengan remaja kita yang lupa dengan garuda-- poweranger Indonesia,” ujar Nawa yang juga memperkenal kostum musuh yang diberi nama Monster Agloneon yang terbuat dari kardus.
Jtoku berasal dari kata Jogja dan Toku. Kata dari bahasa Jepang “Tokusatsu” yaitu trik pengambilan efek dengan kostum. Film superhero karya Nawa ini juga diputar di Bioskop Remaja. Trik efek film ini pun tak kalah menarik dari film-film Superhero Jepang yang menggunakan trik efek kostum. Acara JR ini juga diperingati di China, Belgia, New York dan Malayasia.




.jpg)





