home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Saatnya Remaja Indonesia Bangkit!
 
> Saatnya Remaja Indonesia Bangkit!
Senin, 13 Agustus 2012

Oleh Yuli Yanti

Hari Remaja Internasional  jatuh pada 12 Agustus 2012, diperingati oleh remaja-remaja dari berbagai komunitas di Indonesia. Salah satunya acara “Bioskop Remaja dan Pasar Rakyat 1208” yang diselenggarakan oleh gerakan Jalan Remaja 1208. Acara ini memutar film-film karya remaja tanah air.

Jalan Remaja 1208 merupakan sebuah program remaja berbasis media komunitas yang diprakasai oleh Yayasan Kampung Halaman (YKH) berupa pembuatan video diary.  Sebuah film mengisahkan  pengalaman dan persoalan  remaja yang dibuat  sendiri dalam bentuk video. 10 karya video terbaik dari remaja-remaja tanah air diputar di Ndaleman Sokowaten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.  

Sejak dimulai pada 2009, Jalan Remaja 1208 yang ke- 4 kali  ini mengusung tema “Made in Indonesia”.  Diangkat dari kegelisahan para remaja menyoal berbagai masalah dan identitasnya sebagai remaja Indonesia.

“Setelah kita ngobrol dengan para remaja, ada  kegelisahan yang dialami oleh mereka. Kenapa kita orang Indonesia meniru orang luar? Mengapa kita tidak melihat potensi yang kita miliki. Kerinduan bersama tanpa melihat perbedaan agama. Ini refleksi kita. Dari sekian video yang dikirim ke kami, video tentang keberagaman yang banyak dibuat remaja, ”ujar Cicilia Maharani, Direktur  Yayasan Kampung Halaman, disela-sela tanya jawab dengan para remaja yang menyaksikan pemutaran video.

Tahun ini gerakan Jalan Remaja berhasil melibatkan kurang lebih 177 pembuat video dari 28 komunitas di 11 provinsi. Menghasilkan 34 karya video diary. Bioskop remaja diputar di 64 titik pemutaran yang tersebar di 22 provinsi.  Koordinator Jalan Remaja 1208, Ima Puspita Sari berharap bioskop remaja menjadi ruang bertemunya remaja dan anggota masyarakat lainnya.

Selain menyuguhkan 10 film pendek para remaja yang sangat beragam persoalan, bioskop remaja juga memutar film pendek “Say Hello to Yellow” karya sutradara  BW Purbanegara, peraih piala Citra untuk film pendek di Festival Film Indonesia. YKH juga memberikan apresiatif  terhadap  video “Ada Apa Dengan Kitorang Pu Sekolah” karya remaja  Kareem Papua.  Gambaran sikap remaja Papua yang ingin hidup bersama orang Papua dan orang diluar Papua, terbuka dan tidak saling curiga.

Acara ini juga memperkenalkan karya remaja Yogyakarta, Nawa Rie Eda, pendiri dan pengelola Jtoku Indonesia. Sebuah kostum heroik, dengan nama Garudaman. Terbuat dari Spon yang didesain layaknya film-film superhero Jepang seperti Poweranger. Nama Garudaman diambil sesuai dengan budaya Indonesia. 

“Prihatin dengan remaja kita yang lupa dengan garuda-- poweranger Indonesia,” ujar Nawa yang juga memperkenal kostum musuh yang diberi nama Monster Agloneon yang terbuat dari kardus.

Jtoku berasal dari kata Jogja dan Toku. Kata dari bahasa Jepang “Tokusatsu” yaitu trik pengambilan efek dengan kostum. Film superhero karya Nawa ini juga diputar di Bioskop Remaja.  Trik efek  film ini pun tak kalah menarik dari film-film Superhero Jepang yang menggunakan trik efek  kostum.  Acara JR ini juga diperingati di China, Belgia, New York dan Malayasia.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Nikmati Sejenak Musik Jazz Progresive Perancis

Gaya bermusik yang dibawakan oleh Limousine terbilang unik. Grup yang digawangi oleh Laurent Bardaine (keyboard/saxofon), David Aknin (drum), Maxime Delpiere (gitar), Frederic Soulard (keyboard) itu hanya memainkan instrumen musik tanpa lirik. 


+ lanjut
Seni Sebagai Perlawanan!

Yayak atau biasa disapa “Yaya Kencrit” menampilkan puluhan karya-karya poster yang telah ia produksi selama bertahun-tahun di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran yang dibuka pada Jumat 17 Mei 2013 lalu itu-- mengambil tema “Gambar Sebagai Senjata, Rakyat Berjiwa Merdeka”. 


+ lanjut
Racikan Jazz-Progesive Rock di Pesta Jazz

Gugun Blues Shelter (GBS) berencana meracik blues, jazz, dan progresive rock di sejumlah repertoar yang akan dibawakannya di Balikpapan Jazz Fiesta (BJF), Pantai Kemala, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 31 Mei-1 Juni 2013.


+ lanjut