home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Melukis Demi Dana Abadi Seniman
 
> Melukis Demi Dana Abadi Seniman
Senin, 20 Mei 2013

Oleh Yuli Yanti

 “Rideo Ergo Sum” Saya tertawa maka saya ada. Ungkapan dari bahasa Latin itu memang tepat ditujukan untuk  Rubiyem (Istri almarhun pelukis Affandi)  dan Nasirun (pelukis). Dua insan berbeda generasi ini merupakan sosok yang periang dan murah senyum. Lihatlah keduanya gembira,  tertawa lepas dilukis diatas kanvas berukuran 3 x 3 meter berjudul "Pie -Truk". 

Lukisan tersebut disusun dalam 16 bingkai seperti  kepingan mozaik yang dilukis oleh 16 perupa. Antara lain; Nasirun, Jumaldi Afi, Wayan Cahya, Hari Budiono, Yusmantoro Adi, Bambang Heras, Dyan anggraeni, Bambang Pramudiyanto, Edi Sunaryo, Budi Ubrix, Putu Sutawijaya, Ivan Sagito, Tarman, Ridi Winarno dan Sigit F santosa.

Lukisan Pie-Truk itu berkolaborasi dengan lukisan para perupa lainnya seperti Heri Dono, Yunizar dan lain-lain. Lukisan tersebut  terlihat eye catching diantara lukisan-lukisan yang lain. Bukan hanya karena lukisannya yang besar-- tetapi karena dua tokohnya yang menarik dan natural, bertuliskan  Rideo Ergo Sum pada bagian atasnya.

Lukisan karya 16 perupa ini ditampilkan dalam pameran amal Suka Pari Suka di Bentara Budaya Yogyakarta, pada 14 -19 Mei 2013. Lukisan Pie-Truk  dilelang dam dibuka dengan harga Rp. 500 juta. Hasil penjualan karya ini disumbangkan untuk menambah dana abadi seniman. Dana abadi seniman ini sudah digagas sejak tahun 2009. Dana itu didepositokan dan telah terkumpul sebesar Rp. 230 juta.

Selama itu bunganya sudah digunakan untuk membantu 45 seniman. Atau istilahnya Jaminan Kesehatan Seniman (Jamkesman). Pameran amal ini juga digelar di Museum Affandi pada 15 Mei 2013. Pameran diikuti oleh para perupa perempuan yang menyumbangkan karyanya untuk menambah dana abadi seniman.

Suka Pari Suka adalah istilah yang digagas oleh sastrawan cum rohaniawan, Romo Sindhunata sebagai tema pameran. Sindhunata mengajak para perupa di Yogyakarta untuk berkarya dan mengekspresikan kegembiraanya.

“ Kita sudah bosan dengan politik yang penuh dengan kebohongan dan kebusukan. Kita sudah muak dengan pengadilan yang hanya drama dan murahan belaka, ”ujar Sindhunata. Suka Pari Suka menurutnya untuk kembali pada jazad dan khitah seniman, yakni manusia bebas. Karena manusia juga bisa bergembira dan mengabaikan segala yang membuat orang terbelenggu dan susah.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Menikmati Film di Ruang Publik

Suara nyaring mereka pun tetap tak dapat dibendung. Kelompok seniman ini menyuarakan lewat sebuah konser akbar, Kantata Takwa pada April 1991. Konser ini sekaligus terdokumentas dalam sebuah film. Meskipun tak lama setelah itu Kantata Takwa dilarang tampil setelah penampilan terakhir mereka di Surabaya. Para pecinta film di Jakarta bisa menikmati suguhan ini pada pembukaan Kineforum Misbar pada Sabtu, 22 November.


+ lanjut
Ekspedisi di Perairan Timur Indonesia

Penelitian di perairan Indonesia merupakan ekspedisi penelitian guna mengelaborasi merupakan perairan Indonesia yang dinalai ilmuwan
sebagai perairan yang unik di planet Bumi. Perairan Indonesia merupakan satu-satunya pintu bagi Samudera Pasifik dan Samudera Hindia
yang memainkan peranan penting bagi sirkulasi lautan global. Perbedaan tinggi muka laut antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik
menjadikan perairan dalam kepulauan Indonesia mendapatkan aliran massa air dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia, atau lebih dikenal
dengan Arus Lintas Indonesia (ARLINDO).


+ lanjut
PFN dan Rumah Produksi Tiongkok Bikin Film

Adapun, Soegeng Rahardjo, Duta Besar Indonesia untuk Beijing juga berharap kerja sama ini dapat memacu lebih banyak kolaborasi antara film maker Indonesia dan Tiongkok, sehingga kerjasama budaya antar kedua negara semakin erat. Kerjasama ini diharapkan akan mempererat kerja sama Indonesia dan Tiongkok yang sudah terjalin sebelumnya di berbagai sektor, seperti perekonomian atau pariwisata.


+ lanjut