home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Kisah si Genius Leonardo Da Vinci
 
> Kisah si Genius Leonardo Da Vinci
Selasa, 14 Februari 2012

Oleh Farida Indriastuti

Senyum Mona Lisa, menawan hati selama lebih 500 tahun. “The Mona Lisa” mahakarya Leonardo Da Vinci dari lukisan cat  minyak di atas panel kayu, yang dibuat pada 1503 hingga 1506. Begitu juga mural dan lukisan “The Last Supper” dan “Virgin of The Rocks” yang sangat terkenal. 
 
Lelaki genius itu lahir dari rahim perempuan bernama Caterina di barat Florence, Italia, pada 1452. Sebuah kota kecil nan indah bernama Vinci, dikelilingi pegunungan dan sungai yang berkelok. Dipagari perkebunan anggur dan pohon-pohon zaitun yang membelah bukit. Berdinding kastel dan gereja tua yang menawan.
 
Da Vinci, seorang ahli seni terkenal pada periode Renaisans Italia. Ia dikenal sebagai seorang terpelajar yang piawai melukis, juga memahat, arsitektur, obat-obatan, musik, drama, fisika, holtikultura, astronomi hingga geografi.
 
Da Vinci merupakan orang pertama yang memunculkan ide pesawat terbang. Bahkan, ia merancang dan menguji pesawat terbang yang pertama di dunia. Dalam melukis, pencapaiannya sangat luar biasa. Bersama Michelangelo dan Raphael, ketiganya dikenal sebagai seniman-seniman terbaik sepanjang periode High Renaissance.
 
Kegeniusan Da Vinci terlihat sejak masa kanak-kanak berumur 5 tahun, saat sang ibu Caterina, mendapati anak lelakinya menggambar wajahnya di atas pasir. Sejak peristiwa itu pengasuhan Da Vinci beralih pada ayahnya, Piero Da Vinci, seorang notaris publik di Florence.
 
Da Vinci tercatat  pernah berguru pada Verrocchio hingga Archduke Ludovico Sforza. Karya lukis Da Vinci pada periode awal diantaranya Baptism of Christ, The Annunciation, Potrait of Ginevra Benci, Madonna with the Carnation, Lady with an Ermine.
 
Sedangkan lukisan pada periode Milan diantaranya Litta Madonna, Virgin of The Rocks, Vitruvian Man, The Last Supper. Seni di bawah pengaruh perang seperti Virgin and Child with Saint Anne, The Mona Lisa, Leda and the Swan, Leonardo Da Vinci Self-Portrait. Pada karya-karya yang hilang tercatat The Colossal Bronze Monument of Francesco Sforrza, The Adoration of the Magi hingga The Battle of Anghiari.
 
Da Vinci menggabungkan konsep seni dan sains-- dalam arsitektur dan rancangan kota yang unik. Ia memahami kondisi geologi, etika sosial hingga perkembangan industri kota Milan. Ia menggagas kanal agar terjadi keadilan atas air bersih untuk seluruh penduduk kota. 
 
Sayangnya, cetak biru rancangan kota Milan yang digagas Da Vinci tak pernah terealisasi. Sebab, pada 1484 hingga 1486, wabah penyakit mematikan menjalar di seantero kota Milan. Sedangkan, Da Vinci membutuhkan tenaga manusia dan material yang sangat besar.
 
Cetak biru rancangan kota Milan karya Da Vinci merupakan kerangka kerja yang penting pada konstruksi kota-kota masa depan di Eropa dan menjadi dasar rancangan kota-kota dunia hingga kini. Tak hanya itu, dalam teknologi senjata, Da Vinci dikenal sebagai desainer senjata api yang ulung, meski tak menyukai jalan peperangan. Ia juga peletak dasar ilmu cahaya dalam ranah fotografi.
 
Da Vinci juga peneliti ilmiah yang detail, menggabungkan seni dan sains. Lihatlah sketsa anatomi tubuh lelaki karya Da Vinci, dengan pena dan cat air berjudul “Vitruvian Man”, berdimensi 34,3 x 24,5 cm. Sketsa “Vitruvian Man” itu pernah digunakan pada koin Euro yang dikeluarkan di Italia.
 
Da Vinci mampu menerjemahkan karya arsitek Romawi, Vitruvius, pada abad ke-1 Masehi. Vitruvius dikenal sebagai penulis De Architecture, yang sekarang dikenal sebagai The Ten Book of Architecture. Tesis dalam bahasa Latin mengenai arsitektur, berupa kumpulan 10 buku yang merupakan satu-satunya buku utama yang selamat mengenai arsitektur klasik. 
 
Bahkan banyak ahli matematika dan kriptologi yang melakukan studi mengenai sketsa anatomi  “Vitruvian Man”. Diantara kerumitan yang diciptakan Da Vinci dalam menggabungkan seni dan sains, terdapat kode yang mengejutkan yang mengingatkan pada nilai geometris dari ahli itu sendiri: Leonardo (L, E, O, N, A, R, D, O) dimana L adalah huruf 12 dan E adalah huruf ke-5, dan seterusnya. Jumlah 8 huruf dari nama tersebut adalah angka 12 + 5 + 15 + 14 + 1 + 18 + 4 + 15 sama dengan 84. Tentu mengejutkan!
 
Anda bisa membaca riwayat hidup sang maestro, Leonardo Da Vinci dalam 4 seri buku Discovery of Da Vinci yang diterbitkan PT. Bhuana Ilmu Populer. Beragam kisah haru hingga kejutan-kejutan yang tak terduga lahir dari pemikiran genius Da Vinci, sungguh luar biasa.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Harmoni Suara Nyaring Perkusi

Kelompok musik Speak Percussion telah memiliki pengalaman bermusik selama lebih dari 13 tahun. Mereka bekerja sama dengan para seniman multidisipliner dan menjelajahi sejumlah bidang: perkusi, arsitektur, gastronomi, instalasi, instrumen bangunan, astronomi dan tarian. Wajar bila mereka pernah memenangi sejumlah penghargaan seni, termasuk Melbourne Fringe Festival Best Music Award (2012).


+ lanjut
Dapur dan Imajinasi Empat Perupa

Karya Ary Okta merupakan salah satu dari enam puluh karya seni empat perupa perempuan yang tergabung dalam kelompok Peniti di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki. Selain Ary, mereka adalah Kana, Laila Tifah, dan Nasya. Mereka menamakan pameran itu Dapurku-Dapurmu. Tema ini sesuai dengan dominasi media dan obyek karya seni yang dihasilkan.


+ lanjut
Semarak Petikan Gitar Buzzurro

Tercatat ada 23 lagu yang ia mainkan. Sebagian merupakan hits klasik dari berbagai negara di Eropa, Amerika Latin, dan juga Asia. Sedangkan sebagian lagi merupakan tembang populer yang tak asing di telinga pendengar. Pada satu jam pertama, Buzzurro memaikan sepuluh lagu klasik seperti, Etna, La Danza Di Rossini (Italia), Libertango (Argentina), Tico Tico (Brazil), Amazing Grace (Amerika Serikat), dan Dance (Asia).


+ lanjut