Oleh Degina Juvita
Berbagai ornamen motif ukiran khas Madura menjadi andalan di stan milik Abdul Harits. Beberapa di antaranya; pajangan dinding yang bisa berfungsi sebagai tempat menaruh keris dan tissue gulungan.
Motif khas Madura terletak pada warna dan bentuk yang cenderung tajam pada ujung ukiran. Selain itu, karapan sapi juga menjadi tema andalan pada ukiran. Warna ukiran memiliki corak berwarna-warni. “Pokoknya warna-warni dan terlihat norak tapi cantik, seperti kuning, biru, merah, hijau, semua ada dalam ukiran Madura,” ujar Harits.
Bahan ukiran menggunakan kayu jati dari Jawa Timur. “Kayu ini paling bagus, sehingga kualitasnya nomor wahid,” kata seorang pemahat dan pekerja Harits. Kebanyakan motif Madura terpengaruh dari akulturasi Cina. Terlihat pajangan untuk menaruh keris, motif bergambar dua naga yang berpadu dengan dedaunan dan bunga.
Ornamen khas Madura ini bisa menjadi alternatif pilihan untuk buah tangan. Bahkan Harits menerima pesanan berupa kursi hingga gebyok bercorak Madura dalam berbagai ukuran. Saat ini, Harits sedang membuka stand di pameran produk kerajinan, perhiasan dan fesyen Nusantara, Adikarya Indonesia, di Jakarta Convention Center, yang diadakan selama 7 hingga 11 Maret mendatang.



.jpg)





