home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Jejak Perupa Garajas yang Berserak
 
> Jejak Perupa Garajas yang Berserak
Kamis, 05 April 2012

Oleh Degina Juvita

Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (Garajas) kembali membangkitkan karya-karya seniman yang tergabung di dalamnya. Sanggar seni rupa yang digagas oleh Dimaz Prasetyo pada 1974 ini, menggelar sebuah pameran bertajuk “Mengumpulkan Yang Berserakan”. Kata ‘berserakan’ disini bermakna para seniman yang telah tersebar kemana-mana. Di usia yang ranum ini, Sanggar Garajas mengumpulkan para anggotanya untuk bersama-sama mengekspresikan eksistensinya sebagai sebuah kelompok seni rupa.

Pameran ini diikuti sebanyak lebih dari 50 peserta yang merupakan anggota  sanggar Garajas. Berbagai jenis lukisan hadir meramaikan dinding Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sejak 3 April.

Lukman Sh, Ketua Sanggar Seni Rupa Garajas, kali ini menampilkan dua karya akrilik di atas papan tiga dimensi berjudul “Tumpukan buku-buku” dan “Borobudur”. Lukman memakai konsep tiga dimensi, dimana objek-objek di dalamnya memiliki sudut. Jika dilihat dari jarak jauh sambil berjalan, maka lukisan akan menciptakan ilusi seakan-akan bergerak. “Prinsip dasarnya adalah perspektif kebalikan. Waktu dilihat akan jadi kacau. Yang dekat terlihat jauh, begitu juga sebaliknya,” ujar Lukman.

Beberapa lukisan terlihat memiliki tema yang sama-- namun berbeda ekspresi. Semisal, epos pewayangan karya Eko Bhandoyo, melukiskan tokoh-tokoh dan elemen dalam pewayangan-- disertai beberapa simbol kenegaraan. Di dalam motif gunungan terdapat simbol gedung MPR dan DPR. Selain juga ada bendera merah-putih Indonesia. Lukisan ini diberi judul “Mau dibawa Kemana”.

Ada pula lukisan berjudul “John Lennon + Yoko Ono” karya Widro Mansoer. Lukisannya memakai konsep bolak-balik. Satu kepala namun punya dua wajah. Satu sisi menunjukkan wajah John Lennon, jika dibalik berubah wajah menjadi Yoko Ono. Kedua pesohor ini sama-sama menggunakan kacamata, sehingga menjadi pusat perhatian.

Pameran digelar untuk merayakan hari jadi Sanggar Garajas ke-38. Kegiatan akan berlangsung hingga 14 April mendatang. Perhelatan seni Sanggar Garajas menggambarkan kinerja para anggota dan keberadaan sanggar dalam kiprahnya mendorong perkembangan seni rupa di Indonesia.

KOMENTAR
Nama : Lukman Sh
Komentar : Terimakasih atas liputannya . . .semoga Satulingkar semakin maju dan sukses sebagai media komunikasi desain, seni dan budaya. Aamiin YRA
Nama : Degina
Komentar : sama-sama, Pak Lukman. semoga para seniman Garajas makin kompak dan terus berkarya :)
KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Nikmati Sejenak Musik Jazz Progresive Perancis

Gaya bermusik yang dibawakan oleh Limousine terbilang unik. Grup yang digawangi oleh Laurent Bardaine (keyboard/saxofon), David Aknin (drum), Maxime Delpiere (gitar), Frederic Soulard (keyboard) itu hanya memainkan instrumen musik tanpa lirik. 


+ lanjut
Seni Sebagai Perlawanan!

Yayak atau biasa disapa “Yaya Kencrit” menampilkan puluhan karya-karya poster yang telah ia produksi selama bertahun-tahun di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran yang dibuka pada Jumat 17 Mei 2013 lalu itu-- mengambil tema “Gambar Sebagai Senjata, Rakyat Berjiwa Merdeka”. 


+ lanjut
Racikan Jazz-Progesive Rock di Pesta Jazz

Gugun Blues Shelter (GBS) berencana meracik blues, jazz, dan progresive rock di sejumlah repertoar yang akan dibawakannya di Balikpapan Jazz Fiesta (BJF), Pantai Kemala, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 31 Mei-1 Juni 2013.


+ lanjut