Oleh Degina Juvita
Kanvas-kanvas saling terhubung benang merah dalam satu seri karya. Mengingatkan pola permainan anak-anak tempo dulu; kaleng terhubung benang merah—setiap orang menggunakan alat sederhana itu bak telepon sebagai media komunikasi. “Ayo Kencangkan Suaramu!” Begitulah rangkaian kegiatan Festival Jurnalisme Warga yang menghadirkan pameran komik-kartun, lukisan hingga ½ woodcut-silkscreen dicetak di atas tekstil.
Deretan karya lukis mixed media dibuat Arif Aatto dari Serrum Community. Berbahan kolase koran, cat airbrush dan benang merah, Arif menyampaikan pesan bahwa informasi bisa disebarkan pada semua warga.
Beralih ruas dinding yang lain, berderet komik-kartun dengan kisah-kisah seru terkait jurnalisme warga. Eko S. Bimantara menggarap prinsip-prinsip jurnalisme ke dalam cerita komik strip yang menyegarkan. “Eko membuat komik ini sebagai gambaran-- bagaimana masyarakat umum bisa jadi pewarta. Dengan bermodalkan peralatan di sekitar kita seperti handphone, laptop, dan kamera. Kita bisa ikut menyebarkan berita,” jelas Asrul, anggota Serrum Communnity.
Perhelatan Festival Jurnalisme Warga digagas oleh Tempo Institute, World Bank dan KOJI. Jurnalisme berkembang tidak saja menjadi domain para wartawan, tapi warga pun bisa menyampaikan peristiwa (berita) pada publik lainnya. Festival juga melibatkan beberapa komunitas jurnalisme warga seperti Sorge Magz, majalah multimedia digital dari Bandung, yang memperkenalkan teknologi radio streaming. Pengunjung juga dapat berpartisipasi melakukan siaran laiknya penyiar radio. Bagi penyiar terbaik akan diberi hadiah oleh tim Sorge Magz.
Ruang pameran di lobi Museum Nasional, Jakarta, sejak 14-15 April 2012 diramaikan dengan beragam workshop; menulis, video dan foto, hingga optimalisasi socmed. Selain menggelar diskusi panel jurnalisme warga dan efektifitas pelayanan publik, melukis mural, kuis berhadiah, lomba siaran radio, klinik jurnalistik, temu komunitas jurnalisme warga dan pameran multimedia. Festival Jurnalisme Warga ini bertajuk “Kencangkan Suaramu - Raise Your Voice” merupakan kerja bersama komunitas-komunitas grafis hingga jurnalisme warga.
Festival mengajak partisipasi dan interaksi warga di berbagai tempat, ruang hingga waktu yang tak terbatas. Bagaimana cara sederhana menjadi jurnalis? Hingga berpikir dan bertindak menjadi jurnalis, selain kaidah wawancara hingga menulis peristiwa menjadi laporan berita. Terpenting dari jurnalisme warga yakni mematuhi etika. Kredibilitas merupakan inti dari jurnalisme yang baik.
Jurnalisme warga merupakan tantangan baru dalam ranah jurnalistik—ditengah derasnya arus informasi dan teknologi digital yang tanpa batas. Sebab itulah Festival Jurnalisme Warga digelar untuk memenuhi keingin-tahuan masyarakat. Acara ini berlangsung hingga 15 April 2012 dan ditutup penampilan grup band Efek Rumah Kaca.



.jpg)






