home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Makna Identitas Pelukis Jrabang
 
> Makna Identitas Pelukis Jrabang
Minggu, 13 Mei 2012

Oleh Degina Juvita

Sosok maestro lukis Raden Saleh duduk di atas kursi sambil membuka buku bergambar tentara kolonial Belanda. Furnitur khas Jawa seperti kursi, lampu gantung, hingga meja beralas taplak batik-- menciptakan nuansa Jawa yang kental. Ekspresi setengah tertawa pada bibir Raden Saleh. Lukisan ini digoreskan di atas kanvas berdimensi 140 x 190 cm, dan diberi judul “Sungging Raden Saleh”.

Pada kanvas yang berbeda, satu keluarga harmonis saling bercengkrama. Sang ayah sedang menggendong bayi, sementara ibu mengelus sayang pada anaknya yang lain. Mereka dikelilingi oleh anak-anak lainnya sembari bersenda gurau. Lukisan itu menggambarkan kebahagiaan keluarga dengan anak banyak. Apa yang terlihat, rupanya berbeda dengan judul karyanya. “Keluarga Berencana” begitulah judul lukisan itu.

Beragam lukisan itu merupakan karya pelukis asal Bantul, Bibit Waluya yang akrab disapa Jrabang. Pameran lukisannya diberi tajuk “Cultuur = Tandur”. Tajuk tersebut mewakili pemahaman tentang identitas dan kebudayaan Jawa sebagai kegiatan dan peristiwa sehari-hari di masyarakat. Lukisan karya Jrabang dibuat menggunakan teknik sungging, seperti teknik gambar wayang beber dan wayang kulit. Pameran berlangsung di Bentara Budaya Jakarta, pada 10 – 19 Mei.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Bayang-Bayang Manusia di Kereta Api

Kereta api merupakan moda transportasi publik yang populer. Dengan beragam aspek keuntungan bila menggunakan transportasi ini; murah dan ramah lingkungan.


+ lanjut
Tanda Karya Sri Warso Wahono

Sri Warso Wahono, seniman kelahiran Solo, telah menggeluti seni lukis sejak 1962. Hingga kini Sri Warso menginjak tahun ke- 50 dalam sejarah berkarya, sebagai penanda ia berkarya.


+ lanjut
Perupa Menggelorakan Semangat Kebangsaan

Berawal dari sebuah kelompok mahasiswa se-angkatan dengan aktivitas kesenian, komunitas Greget’ 95’ eksis berkarya.


+ lanjut