Oleh Degina Juvita
Aksesoris fesyen seperti tas dan sepatu, seringkali menggunakan material kulit binatang. Jenis kulit sapi menjadi yang paling digemari. Karakter kulit sapi dianggap cocok untuk digunakan bermacam produk. Selain kulit sapi, masih ada kulit binatang seperti, kambing, ular, buaya, dan lainnya.
Perlu perlakuan khusus untuk pembuatan produk berbahan kulit binatang. Di Yogyakarta terdapat sebuah Akademi Teknologi Kulit (ATK), yang mempelajari seputar riset, produksi, teknologi, hingga desain kulit. Industri alas kaki hingga produk berbahan kulit lainnya-- juga menjamur di Indonesia, membuat Akademi ini lebih memfokuskan pada teknologi dibalik proses produksi.
Marsugi, dosen di ATK, mengungkapkan bahan kulit yang berbahaya adalah yang mengandung bahan obat-obatan keras. Untuk produk tertentu, perlu diperhatikan formulanya. Bahan penyamak yang paling aman adalah bahan alami. Untuk produk sepatu dan tas mempunyai formula penyamak yang tidak jauh berbeda. Sedangkan untuk jok mobil dan pakaian diperlukan formula yang berbeda. Semua ditentukan melalui pengetahuan teknologi yang memadai.
Secara estetika, kulit hewan memiliki tekstur berbeda, dan menciptakan keindahan tersendiri. Semisal pada kulit buaya yang bercorak. Tekstur kotak-kotak di permukaan kulit buaya menjadi daya tarik paling utama. Lain lagi dengan kulit ular, setiap jenis ular punya tekstur dan warna kulit yang berbeda. Baru-baru ini, mahasiswa ATK, telah melakukan riset dan berhasil membuat produk fesyen berbahan kulit kaki ayam (ceker). Dengan perlakuan tertentu terhadap formula penyamak, produk berbahan kulit ceker tersebut bisa dibuat dengan berbagai bentuk dan warna.
Diantara beberapa produk berbahan kulit, Marsugi mengakui produk alas kaki atau sepatu yang paling rumit prosesnya. Pergerakan kaki dapat mempengaruhi bentuk kaki. Sebab itu diperlukan pengetahuan mengenai anatomi kaki. “Mendesain alas kaki bukan sekedar seni saja, tapi juga teknologi, keselamatan, dan kenyamanan pengguna,” imbuh Marsugi.
Cara mudah untuk mengenali kualitas kulit pada produk yakni bila terasa panas saat digunakan. Sedangkan kulit asli akan terasa nyaman dan tidak panas. Cara umum lainnya, melalui penciuman, diraba, dan percobaan melalui api (dengan dibakar).
Akademi Teknologi Kulit merupakan kampus pertama di bidang perkulitan di Indonesia. Mereka turut membuka stand di perhelatan “Indo Leather and Footwear 2012” (10-13 Mei) di Kemayoran, Jakarta. Selain memperkenalkan program studi ATK, mereka juga memamerkan desain sepatu karya mahasiswa, yang rencananya akan mengikuti kompetisi desain sepatu di negeri Cina.



.jpg)





