Oleh Yuli Yanti
Komunitas Etnohistori meluncurkan portal Etnohistori.org di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM, pada Jumat (27/7). Situs ini merupakan kumpulan kajian Antropologi dan Sejarah Indonesia berbasis digital, penelitian lapangan dan advokasi masyarakat. Situs ini memberikan materi sejarah alternatif serta metode penelitian untuk khalayak secara populer.
Etnohistori sendiri awalnya kelompok diskusi mahasiswa jurusan Antropologi, Sejarah, Fisafat dan Fisipol yang bernama Kelompok Studi Sejarah (KSS). “10 tahun lalu kita membentuk KSS, kita diskusi di kantin. Karena semakin banyak mahasiswa yang tertarik, kita pindah disini (Auditorium), ”kenang Koordinator Redaksi Hatib Abdul Kadir, yang saat itu berstatus mahasiswa Antropologi.
Pada 2011, Etnohistori sudah terbentuk dan berbasis media dengan pendekatan Antroplogi dan Sejarah. Ketika itu para penulis lebih banyak bertemu melalui dunia maya. “ Kita saat itu hanya bertemu di website. Lalu mengajak mahasiswa memasukan skripsinya, kita edit dan menjadi tulisan bersambung. Kini para Antropolog sudah mempercayai kami, mengirim tulisannya serta penelitiannya, ”lanjut Kadir.
Ada lima alasan terbentuknya ide Etnohistori. Pertama, kelompok ini sangat dipengaruhi oleh sejarawan Eric Hobsbawn dan sejarawan besar Indonesia, Sartono Kartodirdjo. Dimana Etnohistori menceritakan, orang-orang yang dikucilkan dalam sejarah. Kedua, dalam sejarah tidak hanya berisi narasi yang sifatnya linear semata, melainkan ad struktur di dalam sejarah; mitos, legenda, kosmologi dan kepercayaan lainnya.
Ketiga, Etnohistori memperluas hingga mempelajari arsip, biografi, buku harian dan sejarah lisan. Sebagai kritik terhadap etnografi yang hanya melibatkan pengamatan dan keterlibatan langsung. Keempat, adanya perubahan dalam masyarakat secara masal maupun individual. Setiap budaya memiliki tindakan perubahan dan nilai histori didalamnya. Kelima, sejarah tidak hanya menemukan data dan antropologi menciptakan data. Tapi Etnohistori mengumpulkan sekaligus menciptakan data dari berbagai sumber dan data, berikut perangkat analisisnya.
Dalam peluncuran portal ini, Antropolog UGM DR. Pudjo Semedi memberikan kuliah umum Etnohistori dalam “Penelitian Empiris dan Pedalaman”. Doktor yang banyak meneliti pedalaman di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain kuliah umum dan peluncuran portal, juga diluncurkan dua buku dan diskusi publik, yang diakhiri buka puasa bersama.










