home | · | aktual | · | budaya | · | Seni Kaligrafi Batik Besurek
 
> Seni Kaligrafi Batik Besurek
Sabtu, 01 Oktober 2011

 

Ditulis oleh Degiva Juvita
 
Sejumlah motif batik di tanah air, muncul dari hasil perpaduan budaya atau akulturasi. Motif batik yang kental dengan akulturasi adalah batik dari daerah Lasem yang kental akan pengaruh kultur Tiong Hoa. Pengaruh budaya asing lainnya, bisa terlihat pada batik Besurek asal Bengkulu. Batik yang mendapat pengaruh dari Arab dan India ini, diwarnai seni kaligrafi yang dipadu dengan seni batik ala Jawa. Huruf Arab dipakai sebagai unsur utama dan ciri khas motif Besurek. Motif kaligrafi yang diciptakan bisa membentuk rangkaian kaligrafi dengan hiasan tanaman dan bunga, bisa juga membentuk motif abstrak. Batik Besurek berasal dari Bengkulu Melayu yang telah diwariskan turun temurun.
 
Arti dari Besurek adalah kain yang bersurat. Oleh karena itu, kaligrafi yang ada di kain batik Besurek biasanya mempunyai cerita yang terkandung. Batik Besurek mulai dikenal di Indonesia bersamaan dengan kedatangan para pedagang Arab dan pekerja asal India. Kaligrafi Arab, melalui sentuhan para pengrajin batik, disulap menjadi motif dengan berbagai bentuk.
 
Warna yang sering digunakan untuk batik Besurek berbeda dengan batik Jawa. Kalau biasanya batik jawa menggunakan warna coklat tua dan hitam, batik Besurek lebih sering menggunakan warna yang cerah dan beragam. Membuat batik Besurek tidaklah mudah. Seorang pengrajin harus terlebih dulu terampil dalam membuat kaligrafi sebelum bisa menghasilkan batik Besurek dengan motif yang menawan.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
UI Rayakan Festival Budaya Jepang 2014

GJUI sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Japanologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (Himaja FIB UI). Acara ini untuk memperkenalkan  serta menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan antusiasme masyarakat terhadap kebudayaan Jepang.


+ lanjut
Dari FISIP Untuk Bangsa

FISIP untuk Bangsa adalah proses pengawalan pesta demokrasi di Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa.


+ lanjut
Dari #BosanBlackCampaign sampai Rekam Jejak Capres-Cawapres 2014

FISIP untuk Bangsa (FUB) merupakan acara yang digagas oleh Departemen Kajian dan Aksi Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (BEM FISIP UI) 2014 untuk mengawal proses Pemilihan Umum 2014. Sesuai namanya, FUB merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa FISIP dalam kegiatan terkait isu sosial politik. Namun tak hanya FISIP, FUB juga ingin mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk turut serta mengawal proses Pemilihan Umum 2014. FUB terbagi menjadi dua rangkaian yaitu FUB I untuk Pemilu Legislatif dan FUB II untuk Pemilu Eksekutif.


+ lanjut